Seperti kita ketahui bersama, kebersihan merupakan sebagian
dari iman. Karena itu, mencintai kebersihan berarti merupakan tanda orang yang
beriman. Jika kita termasuk orang-orang yang beriman, maka mengjarakan anak
untuk mencintai kebersihan juga merupakan sebuah kewajiban. Mengajarkan anak
kebersihan kepada anak memang tidak semudah yang kita bayangkan. Perlu kesabaran
yang ekstra tinggi untuk mengajarkannya.
Mengajarkan, mengajak anak untuk mencintai dan menjaga
kebersihan sejak dini akan mempengaruhi kehidupan personal seorang anak itu
sendiri. Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadis;
”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”. (HR. At- Turmudzi)
Mengingat pentingnya mengajarkan kebersihan kepada
anak sejak dini, maka berikut ini ada beberapa tips yang barangkali dapat
menjadi alternatif bagi rekan dan rekanita untuk memulai mengajarkan kebersihan
kepada anak.
1. Kenalkan
pada lingkungan sekitar.
Menjaga lingkungan sedini mungkin dapat dilakukan
oleh siapa saja terutama orang dewasa, namun sikap tersebut perlu diajarkan
kepada anak agar anak terbiasa dan membawa kebiasaan cinta lingkungannya hingga
dewasa. Anak dapat diminta untuk membuang sampah pada tempatnya, ikut menyiram
bunga dan tanaman pada waktunya serta ikut memikirkan bagaimana tanaman dapat
berkembang dengan sempurna. Hal hal kecil tersebut merupakan tindakan sederhana
tetapi mempunyai manfaat sangat besar dalam hidupnya kelak. Sehingga hidupnya
berorientasi pada tumbuh kembang lingkungan di sekitarnya. Bila anak mengerti
betul di mana dia harus membuang sampah, membedakan sampah organik dan non
organik, meletakkan tempat sampah di tiap pojok pekarangan rumah dan orang tua
secara konsisten ikut membantu terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman,
maka kelak anak akan secara aktif dan langsung terlibat dalam kebersihan
lingkungan di manapun dia berada. Lingkungan yang paling dekat pada anaklah
yang harus dikenalkan terlebih dahulu.
2. Tunjukkan
sikap nyata pelestarian lingkungan.
Setiap kali anak melakukan kesalahan yang berhubungan
dengan kebersihan lingkungan, maka orang tua wajib menegur dengan halus untuk
membetulkan sikap dan tindakan tersebut. Misalnya: kita melihat anak kita
membuang sampah tidak pada tempatnya. Kita langsung menegur dan memberikan
pengertian kepada mereka untuk membuang sampah ditempatnya dan memberikan
masukan mengapa kita harus melakukan itu. Orang tua juga harus memberikan
contoh yang benar. Misalnya dengan cara memberi contoh bagaimana membuang
sampah yang baik, tidak memboroskan listrik dan air, dan tindakan kecil
lainnya. Cara inilah yang paling sederhana untuk menanamkan cinta lingkungan
pada anak. Membiasakan diri untuk ikut aktif merawat tanaman di halaman rumah
juga sebuah usaha positif untuk memberikan didikan untuk cinta lingkungan. Jika
hal itu terjadi pada anak-anak kita, niscaya bumi kita akan tetap hidup sampai
jutaan tahun mendatang.
3. Rekreasi
alam dengan keluarga.
Salah satu hal yang menyenangkan buat seorang anak
untuk mengisi waktu luang adalah berekreasi, namun tidak lepas dari konteks
pembelajaran alam yang ilmiah. Mengajak anak anak ke taman membuat mereka sadar
bahwa taman atau lingkungan harus tetap dijaga. Tujuan dari rekreasi itu tidak
lain adalah untuk mengembangkan dan menanamkan cinta lingkungan ke anak.
Nah, ada banyak cara sederhana yang bisa kita
lakukan untuk menanamkan rasa cinta pada lingkungan terhadap anak-anak, bukan?
Dengan mengenalkan sedini mungkin tentang sikap cinta lingkungan pada diri
anak, kita secara tidak langsung ikut membantu pelestarian bumi sehingga
lingkungan kita tetap lestari hingga masa yang akan datang.(jujubadung.biz)


