Jempol Irmasda


Breaking News

Social Profile Icons (Do Not Edit Here!)

Rabu, 04 September 2013

Mengajak Anak Mencintai Kebersihan Lingkungan

Seperti kita ketahui bersama, kebersihan merupakan sebagian dari iman. Karena itu, mencintai kebersihan berarti merupakan tanda orang yang beriman. Jika kita termasuk orang-orang yang beriman, maka mengjarakan anak untuk mencintai kebersihan juga merupakan sebuah kewajiban. Mengajarkan anak kebersihan kepada anak memang tidak semudah yang kita bayangkan. Perlu kesabaran yang ekstra tinggi untuk mengajarkannya.

Mengajarkan, mengajak anak untuk mencintai dan menjaga kebersihan sejak dini akan mempengaruhi kehidupan personal seorang anak itu sendiri. Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadis;

”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”. (HR. At- Turmudzi)

Mengingat pentingnya mengajarkan kebersihan kepada anak sejak dini, maka berikut ini ada beberapa tips yang barangkali dapat menjadi alternatif bagi rekan dan rekanita untuk memulai mengajarkan kebersihan kepada anak.

1. Kenalkan pada lingkungan sekitar.
Menjaga lingkungan sedini mungkin dapat dilakukan oleh siapa saja terutama orang dewasa, namun sikap tersebut perlu diajarkan kepada anak agar anak terbiasa dan membawa kebiasaan cinta lingkungannya hingga dewasa. Anak dapat diminta untuk membuang sampah pada tempatnya, ikut menyiram bunga dan tanaman pada waktunya serta ikut memikirkan bagaimana tanaman dapat berkembang dengan sempurna. Hal hal kecil tersebut merupakan tindakan sederhana tetapi mempunyai manfaat sangat besar dalam hidupnya kelak. Sehingga hidupnya berorientasi pada tumbuh kembang lingkungan di sekitarnya. Bila anak mengerti betul di mana dia harus membuang sampah, membedakan sampah organik dan non organik, meletakkan tempat sampah di tiap pojok pekarangan rumah dan orang tua secara konsisten ikut membantu terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman, maka kelak anak akan secara aktif dan langsung terlibat dalam kebersihan lingkungan di manapun dia berada. Lingkungan yang paling dekat pada anaklah yang harus dikenalkan terlebih dahulu.

2. Tunjukkan sikap nyata pelestarian lingkungan.
Setiap kali anak melakukan kesalahan yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan, maka orang tua wajib menegur dengan halus untuk membetulkan sikap dan tindakan tersebut. Misalnya: kita melihat anak kita membuang sampah tidak pada tempatnya. Kita langsung menegur dan memberikan pengertian kepada mereka untuk membuang sampah ditempatnya dan memberikan masukan mengapa kita harus melakukan itu. Orang tua juga harus memberikan contoh yang benar. Misalnya dengan cara memberi contoh bagaimana membuang sampah yang baik, tidak memboroskan listrik dan air, dan tindakan kecil lainnya. Cara inilah yang paling sederhana untuk menanamkan cinta lingkungan pada anak. Membiasakan diri untuk ikut aktif merawat tanaman di halaman rumah juga sebuah usaha positif untuk memberikan didikan untuk cinta lingkungan. Jika hal itu terjadi pada anak-anak kita, niscaya bumi kita akan tetap hidup sampai jutaan tahun mendatang.

3. Rekreasi alam dengan keluarga.
Salah satu hal yang menyenangkan buat seorang anak untuk mengisi waktu luang adalah berekreasi, namun tidak lepas dari konteks pembelajaran alam yang ilmiah. Mengajak anak anak ke taman membuat mereka sadar bahwa taman atau lingkungan harus tetap dijaga. Tujuan dari rekreasi itu tidak lain adalah untuk mengembangkan dan menanamkan cinta lingkungan ke anak.


Nah, ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk menanamkan rasa cinta pada lingkungan terhadap anak-anak, bukan? Dengan mengenalkan sedini mungkin tentang sikap cinta lingkungan pada diri anak, kita secara tidak langsung ikut membantu pelestarian bumi sehingga lingkungan kita tetap lestari hingga masa yang akan datang.(jujubadung.biz)
Read more ...

Senin, 02 September 2013

Jika Kami Punya Lapangan Sepak Bola

Tetapi inilah kami. Anak-anak kampung yang tumbuh selaras dengan alam. Sebagaimana anak-anak kota, kami juga suka dengan bola. Terutama sepak bola. Tetapi inilah kampung kami. Kami bermain bola di manapun kami bisa menendang bola. Di teras rumah, di jalan-jalan kampung, tetapi tidak di lapangan sepak bola selayaknya. Kami tentu lebih jago menendang bola jika dibandingkan dengan anak-anak kota yang hebat bermain di lapangan dengan rumput hijau yang empuk dan luas. Kami tidak peduli apakah kami laki-laki atau perempuan. Sebab, sepak bola sejatinya adalah permainan. Dan sebuah permainan, dalam hemat kami, siapapun bisa melakukannya. Oleh karena itu, inilah cara kami bermain bola di kampung kami, sembari berharap suatu hari nanti kami dapat membuat lapangan sepak bola yang sesungguhnya. (IS)

Read more ...

Ikatan Remaja Masjid Dagan Legok Resmi Terbentuk


Ikatan Remaja Masjid Dagan Legok (IRMASDA) resmi terbentuk pada Jum’at malam (30/8) di Aula Baitul Mu’minin, Dusun Dagan Legok, Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Menurut Ketua IRMASDA, Taufik Hidayat, tujuan dibentuknya ikatan remaja masjid tersebut sebagai wadah bagi generasi muda di Dusun Dagan Legok untuk dapat melestarikan dan menerapkan nilai-nilai filosofi masjid, sekaligus sebagai tempat untuk mengapresiasikan bakat anak-anak muda. 

“Dengan dibentuknya ikatan remaja masjid, saya berharap remaja-remaja di sini benar-benar dapat menerapkan budaya Islami,” kata Taufik.

Lebih lanjut dia menambahkan, meski hidup di wilayah pedesaan, pihaknya yakin bahwa remaja di Dusun Dagan Legok mampu membentengi keimanan mereka meski diserbu oleh budaya-budaya luar yang terkadang bertentangan dengan budaya Islam. 

Sementara itu, Mustofik, S.Ag, salah satu Pembina IRMASDA mengungkapkan bahwa proses terbentuknya ikatan remaja masjid tersebut merupakan bukti kemauan dan keinginan para remaja di Dusun Dagan Legok untuk menunjukan kiprah dan partisipasinya dalam kehidupan keberagamaan. 

“Dulu sebenarnya ada Karang Taruna. Namun, organisasi pemuda ini vakum karena para pengurusnya banyak yang berpindah, atau menetap di tempat lain. Praktis, organisasi ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Saya bersyukur ketika remaja di sini berinisiatif untuk membentuk sebuah organisasi untuk melanjutkan kiprah pemuda yang sempat vakum,” papar Mustofik, yang juga merupakan Kepala MI, pada saat pembentukan IRMASDA. 

Masyarakt Mendukung

Terbentuknya IRMASDA tidak saja didukung oleh para anggotanya. Riyanto, selaku Kepala Dusun V Dagan Legok dalam sambutannya menegaskan bahwa masyarakat Dusun V Dagan Legok seluruhnya mendukung pembentukan ikatan remaja masjid tersebut.  Ia berpesan kepada seluruh pengurus dan anggota IRMASDA agar benar-benar serius dalam menjalankan amanat organisasi. 

“Selaku wakil masyarakat dan pemerintahan Dusun Dagan Legok, saya sangat mengharapkan agar dalam melaksanakan program kerja tidak mempunyai semangat kerupuk. Yaitu semangat di awal-awal saja. Semoga pengurus dan anggota IRMASDA selalu konsisten dan bangkit dengan sebenar-benarnya setelah sekian lama kiprah remaja vakum,” papar Kepala Dusun V ini, berapi-api. 

Acara pembentukan IRMASDA yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut diakhiri dengan ramah tamah antara sesepuh, pemuda atau remaja, dan para perwakilan pemerintahan dusun dari kepala dusun hingga kepala RT, dan selesai pukul 22.30 WIB. (IS)
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com